Meskipuntimbul rasa kecewa, perlahan RA Kartini kembali memperbaiki hubungan dengan sang ibu. Sejak adiknya, RM Sawito, lahir pada tahun 1892, Kartini melihat pengorbanan ibunya dalam merawat Sawito sepanjang hari. Ia menganggap kasih sayang seorang ibu takkan pernah bisa dibalas oleh apapun. 4. Berani bermimpi Walapunmemiliki pemikiran sendiri, RA Kartini tetap menghormati kepustusan orangtuanya. Salah satu buktinya ia menuruti permintaan orangtuanya untuk tidak melanjutkan sekolah. Baginya bila menuruti kata hatinya, itu berarti merusakkan hati orangtuanya. Apa penerapan keteladanan RA Kartini tentang menghormati ini terkait dengan virus corona? Olehdosen pendidikan 2 diposting pada 02/11/2021. Beliau lahir pada tanggal 21 april 1879 di kota jepara. Raden Ajeng Kartini Pahlawan Emansipasi Wanita Kartini, tokoh emansipasi wanita raden ajeng kartini lahir pada 21 april 1879 di kota jepara, jawa tengah. Teks biografi tentang ra kartini. Raden adjeng kartini atau raden ayu kartini lahir di jepara, Pada17 September 1904, Kartini meninggal pada usia 25 tahun saat melahirkan anak pertama dan satu-satunya. Kemudian kisahnya menjadi pelopor emansipasi wanita di tanah Jawa. Kemudian kisah R.A Kartini dibukukan oleh Abendanon dengan judul "Door Duistemis Tot Licht" atau yang kita kenal dengan "Habis Gelap Terbitlah Terang". Jikakita menyebut film Indonesia bertema wanita, mungkin yang terlintas tentang perjuangan seorang wanita. Entah perjuangan di masa kemerdekaan atau di masa modern. Tidak jarang film-film yang mengangkat sosok tertentu diangkat dari biografi ataupun kisah nyata. Yuk simak, list film Indonesia tentang wanita hebat berikut ini! R.A. Kartini (1982) Dalamrangka memperingati hari Kartini tahun 2021 MI An-Nur Jogoresan Dramamusikal yang berdurasi 30 menit ini, bertemakan "Nilai-nilai Pendidikan Karakter RA Kartini dalam Bukunya Habis Gelap Terbitlah Terang". Sebelum drama musikal digelar, para siswa yang tergabung dalam Pengurus inti OSIS SMP 4 YPK Jatim Malang melakukan studi literatur. qMbX1b. - Raden Ajeng Kartini adalah sosok inspiratif yang ulang tahunnya dirayakan secara nasional sebagai Hari Kartini. Sosoknya sangat identik dengan emansipasi wanita sehingga dianggap berjasa bagi bangsa Indonesia. Jika Kartini tak memperjuangkan hak wanita agar bisa setara dengan pria, tak bisa dibayangkan bagaimana wanita Indomesia mengisi hari setelah kemerdekaan. Tak heran, bnayak orang yang terinspirasi dengan sosoknya dan membuat film untuk mengenang Kartini. Yuk kita simak lagi, 3 film yang pernah dibuat demi mengingat lagi perjuangan RA Kartini di tanah air. Kartini 2017Film Kartini yang disutradari oleh Hanung Bramantyo ini dimainkan ole banyak bintang populer. Dian Sastro mendapat keberuntungan untuk memerankan sosoknya yang kalem dan inspiratif. Baca Juga Petualangan Sherina HUT Ke-23, Yura Yunita Beri Hadiah Remake Lagu Lihatlah Lebih Dekat Selain memiliki kemiripan dari segi fisik, sosok Dian Sastro juga dianggap cerdas dan sesuai dengan karakter RA Kartini yang kritis dan berpikir maju. Kamu sudah nonton film yang tayang tahun 2017 lalu ini? Poster film Kartini. Dok GoogleSurat Cinta untuk Kartini 2016Setahun sebelum Kartini rilis, ada sebuah film yang juga didedikasikan untuk RA Kartini. Berbeda dengan film Kartini karya Hanung, film ini bertema fiksi alias tidak sesuai dengan kisah nyata. Diperankan oleh Rania Putisari yang memerankan Kartini, film ini bercerita tentang wanita yang mendirikan sekolah untuk rakyat kecil dan memberikan perhatiannya untuk kaum wanita di tanah air. Diceritakan juga jika Kartini jatuh cinta dengan sosok Sarwadi yang diperankan oleh Chicco Jerikho namun cinta keduanya kandas karena Kartini menerima pinangan Bupati Rembang. Surat Cinta untuk Kartini. Youtube/MNCP MovieRA Kartini 1982Di tahun yang lebih lawas, ada film Kartini karya sutradara Sjumandjaya yang berjudul 'RA Kartini'. Film ini bisa mengambil kisah dari buku biografi Kartini karya Sitisoemandari Soeroto. Baca Juga 4 Film Action Barat Paling Menegangkan dan Wajib Kamu Saksikan! Diperankan oleh Yenny Rachman, film ini menceritakan tentang kehidupan Kartini dari kecil hingga tutup usia di umur 25 tahun. Sederet artis lain yang juga memainkan peran di film ini adalah Adi Kurdi dan bambang Hermanto. Solo - Kisah pahlawan nasional asal Jepara ini, yang terkenal dengan kumpulan suratnya yang dibukukan dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang, ternyata sudah tiga kali difilmkan. Selain film berjudul Kartini 2017 dan Surat Cinta Kartini 2010, ternyata masih ada satu judul lagi yaitu Kartini 1982. Berikut kisah tentang film jadul Tentang Film Kartini 1982Film Kartini 1982 karya sutradara Sjumandjaja ini dibintangi oleh sederet aktor kondang pada masa itu, di antaranya adalah Yenny Rachman, Nani Widjaya, Bambang Hermanto dan Adi sampul VCD-nya dituliskan, film ini pernah meraih Piala Citra Terbaik 1983 untuk delapan kategori yaitu film, sutradara, aktris pendukung, skenario, sinematografi, penyuntingan, penata artistik, dan penata musik. Dikutip dari laman Film Indonesia, film yang diangkat dari buku Biografi Kartini karya Sitisoemandari Soeroto ini semula berdurasi 127 menit. Setelah dikoreksi, berdasarkan versi yang diputar di Kineforum Taman Ismail Marzuki Jakarta pada 8 Maret 2017, durasi filmnya menjadi 163 Sinopsis film Kartini 1982Raden Ajeng Kartini lahir di Mayong, Jepara tanggal 21 April 1879. Ayahnya RM Aryo Sosroningrat, Wedana Jepara. Ibunya Mas Ayu Ngasirah, selir ayahnya. Meski demikian, Kartini mendapat pendidikan yang sama seperti adik-adik dan kakak-kakaknya dari lain pendidikan dan rajinnya membaca, seperti buku terbitan Belanda, Max Havelaar, Kartini mulai melihat kenyataan aneh di lingkungannya. Di lingkup kabupaten, hidupnya terasa berlebihan. Sementara di luar, untuk sesuap nasi saja para wanita harus bekerja itu, ibunya RA Kartini sendiri tidak berhak untuk makan bersama dengan ayahnya. Kartini pun merasakan hidupnya dilingkupi kesewenangan laki-laki. Jiwanya menjerit. Terlebih setelah ia menginjak dewasa. Kartini bersama saudara-saudara perempuan lainnya harus menjalankan kebiasaan Kartini itu kemudian diprotes keras oleh teman Kartini yaitu suami-istri Asisten Residen dan Residennya sendiri. Akhirnya mereka berhasil mengeluarkan Kartini, Kardinah, dan Rukmini dari pingitan. Sehingga, Kartini bisa mengajar membatik kepada para wanita dan Kardinah kemudian mendirikan sekolah di Kabupaten Jepara untuk memajukan kaumnya. Sekolah ini mendapat sambutan baik dari wanita-wanita, baik kaum ningrat maupun rakyat di saat sebagian cita-cita Kartini sudah terwujud, ia dipinang oleh Bupati Rembang Djojoadinigrat. Lamaran itu sebenarnya tidak dia inginkan karena takut cita-citanya kandas. Namun, pada masa itu tidak lazim menolak lamaran seorang Kartini terpaksa menerima lamaran itu dengan syarat suaminya membolehkan Kartini meneruskan cita-citanya. Bupati Djojoadiningrat menyetujui syarat tersebut. Kartini kemudian kawin dengan Bupati Djojoadiningrat, setelah istrinya, Soekarmilah, sutradara Sjumandjaja mendekati kisah populer ini dengan sikap romantik. Kopi 35 mm / VHS judul ini dapat diakses dari Koleksi Sinematek Indonesia. Namun, kamu juga bisa menontonnya secara utuh di Youtube. Selamat menyaksikan. Simak Video "5 Film Indonesia dengan Penonton Terbanyak Sepanjang Sejarah" [GambasVideo 20detik] dil/sip Film Kartini Foto Dok Legacy PicturesRaden Ajeng Kartini atau RA Kartini telah berjasa besar dalam hal emansipasi bagi perempuan di Indonesia. Jasanya tersebut dikenang hingga sekarang dan diperingati lewat Hari Kartini pada 21 April setiap dan perjuangannya terkait kesetaraan gender pun menginspirasi banyak pihak dalam membuat karya, salah satunya film. Ya, hingga kini, ada tiga film yang berkisah tentang RA saja film yang mengangkat kisah RA Kartini tersebut? Simak berikut ini, ya, Kartini. Foto Shutter Stock1. R. A. Kartini 1982Film pertama yang mengangkat kisah perempuan kelahiran 21 April 1879 tersebut adalah R. A. Kartini. Dirilis pada 1982, film ini disutradarai oleh Sjumandjaja dan dibintangi Yenny Rachman sebagai A. Kartini bercerita tentang sosok Kartini yang memperjuangkan hak perempuan. Pada masa itu, hak perempuan belum disetarakan dengan laki-laki, salah satunya dalam hal mendapatkan pendidikan. Film ini diadaptasi dari buku Biografi Kartini karya Sitisoemandari Surat Cinta untuk Kartini 2016Film Surat Cinta untuk Kartini memuat cerita fiksi dengan latar belakang sejarah. Karya sutradara Azhar Kinoi Lubis ini mengisahkan sosok Kartini dari sudut pandang tukang pos bernama film tersebut, dikisahkan Sarwadi tak menyangka bahwa salah satu surat yang ia antarkan adalah untuk Kartini. Paras Kartini yang ayu dan kepeduliannya terhadap rakyat kecil membuat Sarwadi langsung jatuh hati. Sarwadi kemudian patah hati kala Kartini dilamar oleh Bupati Rembang yang memiliki tiga Putrisari memerankan tokoh Kartini, sementara Sarwadi diperankan oleh Chicco Jericho. Film Surat Cinta untuk Kartini dirilis pada 21 April 2016 Kartini 2017Adegan di Film Kartini Foto Legacy PicturesPada 19 April 2017, dirilis film drama biografi berjudul Kartini garapan Hanung Bramantyo. Kartini dalam film ini diperankan oleh Dian tersebut berkisah tentang Kartini yang tumbuh dengan melihat langsung ibunya, Ngasirah, menjadi orang terbuang di rumahnya sendiri. Sebab, sang ibu tidak memiliki darah ningrat dan menjadi pembantu. Sepanjang perjalanan hidupnya, Kartini pun berjuang untuk menyetarakan hak bagi semua orang, baik ningrat ataupun bukan, terutama hak pendidikan untuk menampilkan Dian Sastrowardoyo, film Kartini juga dibintangi oleh Christine Hakim, Acha Septriasa, Ayushita, Reza Rahadian, hingga Adinia tiga film tentang Kartini di atas, mana yang belum pernah kamu tonton, Ladies? 0% found this document useful 0 votes170 views4 pagesDescriptionBagoosss bangga akuOriginal Titlenaskah drama Kartini Copyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes170 views4 pagesNaskah Drama KartiniOriginal Titlenaskah drama Kartini Jump to Page You are on page 1of 4 You're Reading a Free Preview Page 3 is not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. NASKAH DRAMA KARTINI 1. Kartini Cerdas,Gemar Membaca,Patuh pada Orangtua.Lilis,Iva 2. Ayah Kartini Bijaksana,Taat Pada Hukum Adat. Khotim Raden Mas Adipati Ario Ardi Atomo 3. Ibu Kartini Baik,Penyayang,Taat Pada Hukum Adat. Mayang Ngasirah 4. Suami Kartini Pengertian, Penyayang. Evita Adipati Ario 5. Abendanon Orang Belanda,Baik,Bijaksana. Dewi 6. Murid Kartini 1 Wanita Pribumi. Nanda 7. Murid Kartini 2 Wanita Pribumi. Milaya DRAMA Adegan. 1 Raden Ajeng Kartini lahir pada 21 April tahun 1879 di kota Jepara, Jawa Tengah. Ia anak salah seorang bangsawan yang masih sangat taat pada adat istiadat. Setelah lulus dari Sekolah Dasar ia tidak diperbolehkan melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi oleh orangtuanya. Kartini kecil sangat sedih dengan hal tersebut, ia ingin menentang tapi tak berani karena takut dianggap anak durhaka.Narator Lilis - Kamar Kartini merenung di dalam kamar, mengingat perkataan Ayahnya yang melarangnya untuk bersekolah lagi karena menurut adat istiadat wanita seumurannya sudah dipingit. Kartini sedih, kesal, dan masih ingin bersekolah lagi untuk menambah pengetahuan dan teman. Ruang Tamu Khotim Bertolak Pinggang Marah “Kamu itu sudah waktunya untuk dipingit, kamu itu perempuan. Tidak harus sekolah tinggi-tinggipun tidak apa-apa.” Iva Menatap Ayah sedih “Tapi Romo. Aku ingin mempunyai banyak pengetahuan dan juga banyak teman apa itu salah!.” Mayang Membelai rambut Kartini “Kanjeng Ibu mengerti maksud kamu Cah Ayu, tapi adat istiadat itu ndak boleh dilanggar.” Adegan. 2 Untuk menghilangkan kesedihannya, ia mengumpulkan buku-buku pelajaran dan buku ilmu pengetahuan lainnya yang kemudian 12 tahun Kartini sudah dipingit. Dalam masa pingitannya ini Kartini banyak menghabiskan waktunya untuk membaca. Narator Lilis - Kamar Kartini membaca buku. Perlahan membuka lembaran-lembaran buku dan kertas lain satu persatu kemudian menunduk. “Seandainya saja aku bisa sekolah pasti akan ada banyak ilmu yang bisa kudapat dan bisa memiliki banyak teman.” Afifah, pengisi suara Adegan. 3 Suatu hari tepatnya pada tanggal 4 Oktober 1901Kartini menuliskan sebuah surat kepada Abendanon dan Ny. Abendon “Kami disini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak-anak wanita, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak wanita itu menjadi saingan laki-laki dalam hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya yang diserahkan alam Sunatullah sendiri ke tangannya menjadi ibu, mendidik manusia yang pertama-tama”. Adegan 4 Pada 12 November 1903 saat usianya 24 tahun kartini kemudian dinikahkan dengan bupati Rembang Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat. Keinginan Kartini terus memperjuangkan pendidikan untuk kaum wanita tidak berhenti sampai disitu. Kartini meminta izin pada suaminya untuk membuka sekolah bagi kaum wanita. Dan suaminyapun mendukung.Narator Evita Duduk Membaca Koran Lilis Berdiri Disamping Suami “Kalo aku buat sekolah wanita disini, menurut kang mas bagaimana?.” Evita Masih Membaca Buku “Yok wis, ra opo – opo. Itu keinginan yang bagus. Aku setuju – setuju saja.” Adegan. 5 Kartini tertarik pada kemajuan berpikir wanita Eropa Belanda, yang waktu itu masih menjajah Indonesia. Timbul keinginannya untuk memajukan wanita Indonesia. Wanita tidak hanya didapur tetapi juga harus mempunyai ilmu. Ia memulai dengan mengumpulkan teman-teman wanitanya untuk diajarkan tulis menulis dan ilmu pengetahuan lainnya. Lilis Memegang buku,mengajar dalam ruang kelas“Bagaimana, sudah mengerti?.” Nanda Mencoba memahami “Sudah , Terima Kasih ya mba yu.” Milaya Bangkit Berdiri “Wis ,aku pulang dulu sudah sore.” Lilis “Iya Benar, Milaya Pimpin doa yo.” - Pada 13 September 1904 anak pertama Kartini dilahirkan anak itu diber nama Soesalit, namun sayang pada 17 September 1904 Kartini Wafat. Beberapa hari setelah melahiorkan anak pertamanya. Ia meninggal pada usia 25 Tahun. Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang. - Akhirnya berkat kegigihan dan dukungan dari suaminya Kartini mendirikan sekolah wanita pada tahun 1912 di Semarang kemudian Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Dewi- Ruang Tamu - Setelah Kartini Wafat, Abendanon mengumpulkan dan membukukan surat – surat yang ditulis oleh Kartini kepada kawan – kawannya di Eropa. Buku itu diberi judul Door Duisternis tot Licht yang arti harfiahnya "Dari Kegelapan Menuju Cahaya". Dewi Membereskan kertas - kertas yang berserakan “Semua ini adalah pengalaman berharga.” - Pada tahun 1922, Balai Pustaka menerbitkannya dalam bahasa Melayu dengan judul yang diterjemahkan menjadi Habis Gelap Terbitlah Terang. Walaupun Kartini sudah meninggal namun perjuangannya untuk kaum wanita akan tetap terus berlanjut. Kartinilah yang membuat terjadinya perubahan pada kaum wanita saat ini. Emansipasi wanita telah terjadi. Perjuangan selanjutnya akan dilanjutkan oleh seluruh wanita Indonesia selanjutnya. -Selamat Jalan Raden Ayu. Jasamu takkan dilupakan- Ini hanya naskah drama singkat. Sobatdeul bisa mengembangkan ceritanya kok... Sekian, Terimakasih Moga Bermanfaat

drama tentang ra kartini