besarakan menghasilkan hasil produksi yang banyak, sehingga dapat meningkatkan pendapatan usaha. 13 1.1 Kelebihan dan Kekurangan Modal Sendiri 1) Kelebihan modal sendiri sehingga dalam menjalankan usaha tidak bergantung pada pihak lain. c) Jika menggunakan modal sendiri, dalam mendapatkannya tidak membutuhkan persyaratan rumit yang Sebagaisupplier. Proses produksi dalam sebuah industri tentu sangat bergantung pada ketersediaan bahan baku. Karena inilah, peran supplier sebagai salah satu contoh stakeholder adalah pihak yang sangat penting. Sebagai karyawan. Karyawan menjadi faktor penentu kinerja suatu perusahaan. Itu sebabnya mereka juga menjadi pemangku kepentingan. Pemasaranjasa adalah suatu tindakan yang ditawarkan pihak produsen kepada konsumen berupa jasa yang tidak dapat dilihat, dirasa, didengar atau diraba namun dapat dirasakan manfaatnya oleh konsumen. Jasa merupakan tindakan atau kegiatan yang mencakup semua aktivitas yang output nya berupa kinerja (hasil) yang diterima oleh pelanggan atau konsumen. PengaruhTingkat Bagi Hasil (Widayani Wahab) 169 Bagi hasil dalam sistem perbankan syariah merupakan ciri khusus yang ditawarkan kapada masyarakat, dan di dalam aturan syariah yang berkaitan dengan pembagian hasil usaha harus ditentukan terlebih dahulu pada awal terjadinya kontrak (akad). Besarnya penentuan porsi bagi hasil antara kedua Biasanyahubungan yang tidak sehat itu muncul tanpa disadari baik dalam relasi pertemanan, relasi kerja, keluarga maupun berpacaran. Anak muda saat ini seringkali terjebak toxic relationship biasanya dikarenakan salah satu pihak terlalu bergantung dengan pihak lain (pasangannya). 8 Standar Hidup Negara Bergantung Pada Kemampuan dalam Memproduksi Barang/Jasa. Kemampuan faktor produksi menjadi penentu standar hidup di suatu negara. Negara yang para pekerjanya menghasilkan barang dan jasa dalam jumlah tertentu dalam satuan waktu, sebagian besar masyarakatnya hidup dalam standar hidup yang tinggi. Begitu juga sebaliknya. Halini dikarenakan kedua istilah ini sering dikaitkan bersama. Bunga merupakan batas jasa yang diberikan oleh pihak bank (konvensional) untuk nasabah yang memiliki simpanan dan yang harus dibayarkan nasabah kepada bank jika nasabah memilik pinjaman kepada bank. Sedangkan riba memiliki arti tambahan, peningkatan, ekspansi atau pertumbuhan. ATlFVu. NilaiJawabanSoal/Petunjuk KONSUMTIF Bergantung pada hasil produksi pihak lain KREDIT Dag 1 cara menjual atau membeli barang dengan pembayaran tidak secara tunai pembayaran ditangguhkan atau diangsur; 2 pinjaman uang dengan pembayara... FAKTOR ...g harganya ditentukan oleh suku eksponensial yang bergantung pd posisi atom dan faktor hamburan atom; - transmisi Fis nisbah fluks besaran yang mener... PRODUK Hasil produksi DISTRIBUSI Penyaluran hasil produksi KONSUMSI Pemakaian/penggunaan barang hasil produksi KONSUMEN Pemakai barang hasil produksi HAMA Hewan perusak hasil produksi tani MANDIRI Tidak bergantung pada pihak lain MERDEKA Tidak terikat, tidak bergantung pada orang atau pihak tertentu ZOOPLASMA Bio bahan atau substansi hidup yang hidupnya bergantung pd hasil organisme lain KONSTAN Tetap tidak berubah; terusmenerus; ajek hasil produksi pabrik itu - selama lima tahun terakhir ini RIS Republik Indonesia Serikat negara federasi yang berdiri sebagai hasil kesepakatan tiga pihak dalam Konferensi Meja Bundar MAKROEKONOMI Cabang ilmu ekonomi yang menyelidiki tingkat hasil produksi dan penghasilan dan hubungan antara pelbagai sektor ekonomi MENIMBANGI 1 memberi mengadakan imbangan; mengimbangi hasil produksinya sudah dapat ~ produksi luar negeri; 2 membalas kebaikan, kasih sayang, dsb; PAMERAN Pertunjukan hasil karya MUZARAAH Perjanjian antara dua pihak dengan cara pihak pertama menyerahkan sebidang tanah untuk dikelola kpd pihak lain dengan cara membagi hasil sesuai yang disepakati MEMAMERKAN 1 mempertunjukkan dan membanggakan kekayaan, kehebatan, dsb jangan suka ~ kekayaan orang tua; 2 mempertunjukkan hasil karya seni, barang hasil pr... RUMPUN 1 kelompok tumbuh-tumbuhan yang tumbuh anak-beranak seakan-akan mempunyai akar yang sama seperti buluh, tebu, pisang, serai, dan talas; perdu; 2 ki... PENDAPATAN 1 hasil bekerja usaha dsb; penghasilan; pencarian; 2 penemuan terhadap sesuatu yang tidak ada sebelumnya; 3 ark pendapat; ~ bunga pendapatan yang... SINTESIS ... yang ada; - apriori sintesis yang pernyataannya bergantung pd suatu pengalaman tertentu, tetapi sebenarnya pernyataan lain sudah ada sebelumnya; - ... KERJA 1 kegiatan melakukan sesuatu; sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah; mata pencaharian; 3 perayaan yang berhubungan dengan perkawinan, khitanan,... PLASMA 1 barang cair tidak berwarna yang menjadi bagian darah, dalam keadaan normal volumenya + 5% dari berat badan; 2 petani pekebun yang menjadi bagian ... HASIL 1 sesuatu yang diadakan dibuat, dijadikan, dsb oleh usaha pikiran, tanam-tanaman, sawah, tanah, ladang, hutang, dsb; 2 pendapatan; perolehan; bua... PUAS 1 merasa senang Iega, gembira, kenyang, dsb karena sudah terpenuhi hasrat hatinya ia merasa - sebagai penyanyi; ia merasa melihat pekerjaan murid-... Bagi hasil adalah sistem yang lazim digunakan terutama mereka yang mengedepankan ekonomi syariah. Tak hanya dalam berbisnis, sistem ini juga sering digunakan dalam perbankan. Memang, kata bagi hasil sendiri memang tidak terbatas untuk urusan keuangan syariah saja. Sistem ini misalnya dapat berlaku untuk sebuah kesepakatan dagang. Meski demikian, tak dapat dimungkiri bahwa istilah itu memang erat dengan dunia ekonomi syariah. Nah, agar kamu tidak semakin penasaran mengenai hal ini, pada artikel ini, Glints akan membahasnya untukmu. Langsung saja simak selengkapnya. Pengertian Bagi Hasil Bagi hasil selain sebagai sebuah kesepakatan dagang, juga merupakan sistem yang dijalankan bank syariah. Sebenarnya keduanya hampir sama karena ada kesepakatan antara kedua belah pihak atau lebih untuk membagikan hasil usahanya. Bagi hasil adalah suatu sistem yang meliputi tata cara pembagian hasil usaha antara penyedia dana dan pengelola dana. Mengutip dari Wahedinvest, dalam keuangan syariah, sistem ini mengacu pada dua sistem, yaitu musyarakah dan mudarabah. Musyarakah sendiri lebih lazim dikenal sebagai perjanjian bagi hasil dalam bisnis, di mana beberapa orang menyetorkan modal untuk menjalankan usaha. Sementara itu, mudarabah merupakan pemberian modal dari satu investor kepada seorang pengelola usaha. Jika dalam bank konvensional dikenal dengan istilah bunga, bank syariah membayar bagi hasil atas keuntungan sesuai dengan kesepakatan. Jumlah yang dibagikan bergantung dengan kesepakatan tingkat rasio atau nisbah. Dari sisi bisnis sendiri, hal ini merupakan bentuk dari perjanjian kerja sama antara pemodal dengan yang menjalankan usaha untuk menjalankan kegiatannya. Hal ini menjadi ikatan kontrak terhadap keduanya untuk membagikan hasil bila terdapat keuntungan, serta kerugian sesuai dengan kesepakatan yang berlaku. Bagi hasil adalah bentuk return terhadap kontrak investasi tiap waktunya, dengan nilai yang berubah-ubah. Besar-kecilnya perolehan kembali itu bergantung pada hasil usaha yang benar-benar terjadi. Mekanisme Bagi Hasil Sebelum membahas lebih jauh tentang bagi hasil, kamu perlu mengetahui terlebih dahulu mekanisme yang biasanya digunakan. Mengutip dari Tirto, berikut mekanisme yang perlu kamu ketahui. 1. Profit sharing Profit sharing berarti kesepakatan untuk membagikan keuntungan dari suatu usaha. Keuntungan yang berasal dari pendapatan yang sudah dikurangi dengan ongkos produksi atau operasional sehingga hasil yang didapatkan merupakan keuntungan bersih. 2. Gross profit sharing Sedikit berbeda dengan profit sharing, gross profit sharing juga merupakan kesepakatan bagi hasil. Hanya saja, pembagian keuntungan hasil usaha dihitung berdasarkan pendapatan yang dikurangi harga pokok penjualan. Laba tersebut belum dikurangi dengan pajak, biaya administrasi, serta biaya pemasaran lainnya. Hal tersebut bisa pula disebut dengan pembagian laba kotor. 3. Revenue sharing Berbeda dengan dua poin sebelumnya. Revenue sharing adalah pendapatan yang belum dikurangi dengan biaya operasional dan komisi dalam sistem perbankan. Hal ini dihitung dari total pendapatan pengelolaan dana. Dalam sistem syariah, pola ini dapat digunakan untuk keperluan distribusi hasil usaha lembaga keuangan syariah. Dalam perbankan syariah, mekanisme yang digunakan kebanyakan menganut prinsip profit sharing atau pembagian laba bersih antara kreditur dan juga debitur. Sementara itu, dalam sistem kesepakatan usaha, mekanismenya bisa ditentukan berdasarkan skema bagi hasil yang dipilih sesuai dengan akad atau perjanjian di awal. Prinsip dalam Menjalankan Bagi Hasil Sebelum melakukan kesepakatan, kamu perlu mengetahui beberapa prinsip yang harus hadir di dalamnya. Hal ini agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Berikut beberapa prinsip yang perlu kamu ketahui. 1. Adanya kesepakatan yang jelas Dalam sebuah kesepakatan, tentu harus ada kejelasan bagaimana hal tersebut dilakukan. Hal ini terutama berlaku untuk permodalan, apakah pihak investor memberikan seluruh modalnya, atau hanya sebagian. Jika pihak-pihak yang bersepakat sama-sama menyetorkan modal, perlu ada persentase pembagian jika rasio modal yang diberikan berbeda-beda. 2. Adanya kejelasan usaha yang dilakukan Jenis usaha yang dilakukan dan diketahui harus disepakati bersama, begitu pula jika pengelola modal memutuskan untuk mengganti atau mengembangkan usahanya. Hal tersebut penting agar tidak timbul perselisihan di kemudian hari. 3. Adanya ketentuan waktu Dalam bagi hasil, perlu disepakati kapan proses pembagian terjadi kepada seluruh pihak, apakah setiap bulan, atau rentang waktu lainnya. Jika terjadi keterlambatan, tentu seluruh pihak harus memahami kondisi bisnis dan bersepakat untuk menerima keterlambatan pemberian hasil. 4. Adanya ketentuan pembagian Seperti dijelaskan sebelumnya, terdapat berbagai mekanisme dalam membagikan hasil. Perlu ditentukan sejak awal bagaimana mekanisme yang akan dilakukan. Contoh Perhitungan Bagi Hasil Setelah mengenal mekanisme dan prinsip bagi hasil, kamu mungkin penasaran dengan cara menghitung bagi hasil. Berikut Glints berikan contoh cara menghitungnya. 1. Perhitungan bagi hasil dalam berbisnis Kita ilustrikan ada sebuah toko baju yang didirikan oleh 2 orang, Andi dan Budi. Masing-masing mengeluarkan modal awal pendirian. Ali memberikan modal sebesar dan modal sebesar Dengan begitu, total modal awalnya adalah 350 juta. Berarti, persentase modal masing-masing pemilik Andi dan Budi adalah Andi = 150 juta/350 juta x 100% = 43% Budi = 200/350 juta x100% = 57% Toko baju tersebut ternyata mendapat keuntungan sekitar 500 juta dan akan dilakukan pembagian hasil keuntungan. Uang yang akan dibagikan untuk dividen sebesar 200 juta. Perhitungan bagi hasil dividen untuk Andi dan Budi dapat dihitung seperti Dividen untuk Andi = 43% x 200 juta =86 juta Dividen untuk Budi = 57% x 200 juta = 114 juta Jadi Andi akan mendapatkan dividen 86 juta dan Budi mendapat 114 juta. 2. Perhitungan bagi hasil dalam bank syariah Kita ilustrasikan ada seseorang bernama Ali yang memiliki saldo di sebuah bank syariah pada 1 mei 2023. Ali tidak melakukan penambahan atau pengurangan saldo pada bulan april 2023. Berdasarkan kesepakatan, nisbah bagi hasil yang diberikan adalah 35% untuk pihak nasabah dan 65% untuk bank. Kemudian, saldo rata-rata tabungan seluruh nasabah bank tersebut pada bulan april adalah Lalu, pendapatan bank syariah yang dibagihasilkan kepada nasabah adalah Rumus untuk menghitung bagi hasil sendiri adalah Saldo nasabah / saldo rata-rata tabungan nasabah bank x pendapatan yang dibagihasilkan x nisbah Jika dihitung berdasarkan rumus di atas, besaran bagi hasil yang didapatkan Ali adalah x x 35% = 0,001 x x = Rp. Jadi, Ali akan mendapatkan bagi hasil adalah sebesar Kelebihan dan Kekurangan Bagi Hasil Kelebihan bagi hasil 1. Menguntungkan banyak pihak Kelebihan utama dari sistem bagi hasil adalah adanya menguntungkan untuk pihak-pihak yang terlibat. Misalnya, investor dan pelaku usaha bisa sama-sama mendapatkan bagi hasil sesuai kesepakatan dagang yang sudah ditetapkan. Mereka akan merasa diapresiasi karena sudah membantu perusahaan atau usaha untuk mencapai tujuannya. 2. Adil sesuai kesepakatan Sesuai dengan perhitungan di atas, dapat dikatakan bahwa bagi hasil adalah sistem yang adil untuk setiap anggota yang terlibat. Dalam konteks perbankan syariah, perhitungan pemilik dana dan pengelola usaha sudah ditentukan sejak awal sesuai kesepakatan. Dalam bisnis, perhitungan bagi hasil juga dilakukan secara adil sesuai dengan bobot persentase modal awal yang dikeluarkan. Kekurangan sistem bagi hasil 1. Perlu supervisi Kekurangan dari sistem ini dibandingkan sistem lainnya adalah perlunya supervisi terhadap pengelola usaha terutama untuk menurunkan risiko itikad kurang baik. Pihak-pihak yang kurang mengenal satu sama lain cukup rentan menghadapi fenomena tersebut. Umumnya, karena memiliki kesamaan visi untuk memakmurkan perekonomian syariah, mereka akan melakukan kesepakatan. Hal itu berbeda dengan sistem konvensional yang terdapat prosedur-prosedur yang memungkinkan terjaringnya pihak-pihak dengan itikad semacam itu. 2. Penilaian yang merata Selain itu, bagi hasil juga bisa membuat beberapa pihak merasa kurang dihargai karena keuntungan akan dibagi sesuai kesepakatan dan tidak memperhatikan faktor-faktor lain. Misalnya, ada sebuah pihak yang bekerja lebih giat dari pihak lainnya, sehingga ia merasa perlu mendapat bagi hasil yang lebih tinggi. Ternyata, saat terjadi bagi hasil, ia hanya mendapatkan untung sesuai kesepakatan dan kinerjanya tidaklah diperhatikan. Demikianlah penjelasan Glints mengenai sistem bagi hasil. Jika kamu menginginkan informasi lainnya mengenai keuangan, kamu bisa kunjungi Glints Blog. Ada beragam artikel mulai dari produk investasi, tips mengatur keuangan, dan topik menarik lainnya. Yuk, temukan dan baca ragam artikelnya dengan klik di sini! Global Halal Investing Journal Perbedaan Bunga Bank Konvensional dan Bagi Hasil Bank Syariah Kegiatan produksi dalam suatu bisnis akan selalu melibatkan banyak pihak. Mengapa demikian? Produksi barang dan jasa terdiri dari rangkaian kegiatan yang harus berkesinambungan satu sama lain. Selain itu, tak hanya pihak internal perusahaan, stakeholder di luar perusahaan juga amat berperan terhadap keseluruhan proses produksi. Hubungan yang dijalin oleh perusahaan dalam melibatkan berbagai pihak untuk melakukan proses produksi dikenal dengan istilah hubungan industrial. Untuk menjaga dan memastikan proses produksi berjalan lancar, perusahaan perlu melakukan koneksi dan koordinasi dengan berbagai pihak. Adapun beberapa pihak yang umumnya terlibat pada proses produksi adalah pekerja, pemerintah, dan pihak eksternal lain. Agar lebih mengerti soal hubungan industrial, yuk simak penjelasan di bawah ini! Pengertian Hubungan Industrial Hubungan industrial dapat diartikan sebagai hubungan yang terjadi dan dilakukan oleh semua pihak yang berkepentingan stakeholder dalam proses produksi. Maksudnya, setiap pihak tersebut harus bertanggungjawab atas tugasnya masing-masing dalam satu siklus produksi. Pada umumnya, setiap pihak akan memiliki tugas yang berbeda. Dari tugas yang berbeda tersebut, perusahaan harus mampu menjaga keharmonisan hubungan pekerjaan antara pihak yang berkepentingan ini. Artinya, perusahaan harus bisa mencapai kesepakatan terkait produksi barang atau jasa yang disepakati oleh setiap pihak. Singkatnya, perusahaan harus memastikan setiap hak dan kewajiban dilakukan oleh setiap stakeholder. Baca Juga Manajemen Produksi Tujuan, Fungsi, Jenis dan Tahapannya Stakeholder dalam Hubungan Industrial Hubungan antar stakeholder dilakukan agar dapat menjaga keberlangsungan proses produksi. Kerja sama antar pihak adalah salah satu faktor penting dalam menjaga hubungan ini. Selain itu, setiap pihak harus bisa melakukan fungsi dan tugasnya dengan jelas dan teratur. Berikut ini adalah beberapa stakeholder dan tugasnya dalam suatu perusahaan. Manajemen Perusahaan Manajemen perusahaan merupakan salah satu bagian dari stakeholder dalam hubungan ini. Yang dimaksud dengan manajemen perusahaan adalah para pemimpin perusahaan yang bertugas untuk memastikan proses produksi berjalan lancar. Pemilik Perusahaan Pemilik perusahaan sebagai pihak yang berwenang memiliki peranan penting dalam hubungan industrial. Salah satu tugas dan perannya adalah sebagai pengambil keputusan terkait proses produksi. Pekerja/Karyawan Pekerja atau karyawan merupakan stakeholder dan salah satu aset penting dalam perusahaan saat akan melakukan produksi barang atau jasa. Mengapa demikian? Tanpa adanya pekerja atau karyawan khusus di proses produksi, maka kegiatan produksi tidak dapat dilakukan. Pemasok Pihak pemasok atau supplier memegang tugas dan tanggung jawab terkait bahan baku produksi. Pemasok adalah salah satu contoh pihak eksternal dalam hubungan ini. Konsumen Konsumen memegang peranan penting terhadap penggunaan dan pembelian produk. Konsumen dapat berupa pihak individu dan perusahaan. Pemerintah Pemerintah berperan sebagai regulator dalam suatu hubungan industrial. Maksudnya, pemerintah membuat undang-undang dan peraturan terkait yang bertujuan untuk mengatur proses produksi. Konsultan Konsultan hadir sebagai pihak ketiga eksternal dalam suatu hubungan industrial. Saat perusahaan akan melakukan produksi, konsultan merupakan mitra dalam penerapan strategi proses produksi hingga penjualan suatu produk atau jasa. Baca Juga Cara Memilih Supplier yang Berkualitas untuk Perusahaan Prinsip Hubungan Industrial Menjalankan suatu hubungan industrial dengan berbagai pihak tentu merupakan tantangan tersendiri bagi perusahaan. Oleh karena itu, ada beberapa prinsip yang harus dipertimbangkan untuk menjaga hubungan ini dan melakukan kegiatan produksi. Berikut ini adalah prinsipnya. Mengutamakan kepentingan bersama dengan para mutualisme, artinya hubungan antar pihak harus dilakukan dengan prinsip sama-sama tugas dan fungsi yang keamanan dan kenyamanan pada tujuan. Karakteristik Hubungan Industrial Hubungan industrial bisa dilakukan apabila memenuhi berbagai ketentuan. Syarat ini merupakan pertimbangan dari para pihak dan prinsip hubungan ini sendiri. Hal ini perlu dilakukan agar perusahaan dapat tetap memastikan hubungan ini berjalan lancar sehingga tujuan keberlangsungan proses produksi barang atau jasa bisa tetap terjadi. Berikut ini adalah karakteristik terjadinya hubungan industrial. Ada pekerja atau karyawan yang dipekerjakan oleh memiliki pihak manajemen dan pemilik yang mempekerjakan karyawan dan menjamin hak serta memberikan suatu wadah untuk pihak terkait berpendapat, misalnya Serikat Pekerja suatu bentuk kerjasama antar yang mengatur secara keseluruhan stakeholder yang berkaitan dengan pemenuhan hak dan pelaksanaan kewajiban. Perselisihan Hubungan Industrial Hubungan industrial suatu perusahaan tidak mungkin akan berjalan tanpa hambatan. Untuk mengatasi hal tersebut, perusahaan harus mampu melakukan manajemen konflik. Salah satunya adalah perselisihan. Ada berbagai jenis perselisihan dalam hubungan industrial, yaitu Perselisihan Hak Perselisihan hak bisa terjadi karena salah satu pihak tidak terpenuhi haknya. Biasanya hal ini dimulai dari pelanggaran terhadap kesepakatan terkait peran dan tanggung jawabnya. Biasanya pihak yang merasa dirugikan akan melakukan banding terhadap keputusan terkait hak tersebut. Perselisihan Kepentingan Perselisihan kepentingan meliputi beberapa hal, misalnya keputusan serta hak dan kewajiban dari setiap stakeholder. Biasanya perselisihan ini terjadi dalam kasus tertentu yang berkaitan dengan pengambilan keputusan yang dilakukan. Misalnya, jumlah gaji, pembayaran uang makan, dan biaya reimburse transportasi. Perselisihan antar Wadah Pihak Perusahaan akan dihadapkan pada situasi permasalahan ini. Para pekerja dengan serikat pekerja dan perusahaan akan terlibat dalam berbagai masalah. Salah satunya adalah ketidakpahaman perusahaan terhadap pekerja dan stakeholder lain. Penyelesaian Konflik dalam Hubungan Industrial Konflik atau perselisihan dalam hubungan industrial harus segera diselesaikan. Mengapa demikian? Karena jika dibiarkan berlarut maka perusahaan dan pihak stakeholder lain akan mengalami kerugian. Untuk mengatasi hal tersebut, berikut ini adalah pendekatan yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan dalam hubungan industrial. Mediasi Cara menyelesaikan masalah dengan proses mediasi dapat menjadi solusi tepat. Pihak yang terlibat dalam perselisihan akan melakukan mediasi dengan pihak lainnya. Biasanya proses mediasi diselesaikan secara kekeluargaan dan cara musyawarah. Konsiliasi Konflik pada hubungan industrial juga bisa diselesaikan dengan cara konsiliasi. Konsiliasi akan melibatkan pihak ketiga sebagai fasilitator. Jika konflik tidak dapat diselesaikan dan satu pihak tidak sepakat dengan hasil diskusi, maka dapat melakukan tindakan lanjutan. Arbitrase Arbitrase menyelesaikan konflik pada hubungan industrial dengan berfokus pada pembuatan kesepakatan tertulis. Setiap pihak yang terlibat perselisihan harus menyepakati proses dan hasilnya. Pihak arbiter akan langsung menyelesaikan dengan bentuknya yang mengikat satu sama lain. Perundingan Perundingan dapat dilakukan sebagai salah satu cara untuk menyelesaikan perselisihan. Dalam dunia bisnis, dikenal dua perundingan yaitu bipartit dan tripartit. Pihak yang berselisih akan terlebih dulu menyepakati perundingan bipartit sebelum menyetujui perundingan tripartit. Kesimpulan Hubungan industrial adalah hubungan yang terjadi dan dilakukan oleh semua stakeholder dalam proses produksi sesuai dengan tugas masing-masing. Stakeholder yang terlibat meliputi manajemen perusahaan, pemilik, pekerja, supplier, konsumen, pemerintah, dan pihak lainnya. Dalam menjalankan suatu hubungan industrial, perusahaan tidak akan lepas dari konflik yang berkaitan dengan hak dan kepentingan. Jadi, perusahaan perlu melakukan berbagai pendekatan seperti mediasi, konsiliasi, arbitrase, dan perundingan bipartit maupun tripartit. Untuk melakukan penanganan terhadap konflik atau perselisihan hubungan industrial dari suatu proses produksi, perusahaan memerlukan banyak hal seperti catatan finansial, laporan keuangan, dan lainnya. MASERP merupakan software ERP yang dapat mengakomodasi pembuatan laporan keuangan perusahaan untuk mendukung perusahaan berkembang. Dengan teknologi dan fitur canggih dari MASERP, perusahaan dapat membuat dan menyajikan 300+ laporan dengan efisien dan efektif karena bisa diakses di mana saja dan bisa dilakukan kustomisasi sesuai keinginan. Tak hanya itu, MASERP juga memiliki fitur lain yang sangat mendukung kegiatan bisnis seperti penjualan, pembelian, inventory, aset, produksi, dan lain-lain. Tertarik? Tunggu apa lagi? Untuk mengetahui lebih banyak tentang software MASERP custom made yang akan memberikan banyak kemudahan pada perusahaan Anda, langsung saja konsultasikan apa yang Anda butuhkan kepada konsultan ahli kami. Gratis! 12 BAB II LANDASAN TEORI Produksi Pengertian Produksi Kegiatan perusahaan manufaktur terdiri dari pengolahan bahan baku menjadi produk jadi dan penjualan produk jadi tersebut kepada konsumen atau perusahaan manufaktur lain. Kegiatan pengolahan bahan baku menjadi produk jadi tersebut memerlukan 3 tiga kelompok pengorbanan sumber ekonomi yaitu pengorbanan bahan baku, pengorbanan jasa tenaga kerja, dan pengorbanan jasa fasilitas Mulyadi, 1999 21. Pengolahan bahan baku menjadi produk jadi sering disebut dengan istilah produksi. Menurut Beattie 1994 3, produksi adalah proses kombinasi dan koordinasi material-material dan kekuatan-kekuatan input, faktor sumber daya, atau jasa-jasa produksi dalam pembuatan suatu barang atau jasa output atau produk. Sedangkan Soeharno 2007 67 mengemukakan bahwa produksi adalah kegiatan untuk meningkatkan manfaat dengan cara mengkombinasikan faktor produksi modal capital tenaga kerja, teknologi, dan managerial skill. Produksi merupakan usaha untuk meningkatkan manfaat dengan cara mengubah bentuk form utility , memindahkan tempat place utility, dan menyimpan store utility. 13 Berdasarkan teori diatas, maka produksi adalah proses mengolah bahan baku menggunakan jasa tenaga kerja menjadi hasil produksi. Dalam penelitian ini, produksi adalah proses mengolah bahan baku yaitu benang pakan, benang lusi, enceng gondok dan akar wangi menggunakan jasa tenaga kerja menjadi kain tenun. Hasil Produksi Menurut Haryanto 2002 15, hasil produksi atau output adalah total barang atau jasa yang dihasilkan oleh unit usaha atau perusahaan. Hasil produksi merupakan keluaran output yang diperoleh dari pengelolaan input produksi sarana produksi atau biasa disebut masukan dari suatu usaha Daniel, 2002 121. Menurut Ahman 2004 120, produk sebagai output keluaran dari proses produksi sangat bergantung pada faktor produksi sebagai input masukan. Semakin besar jumlah faktor produksi input yang masuk dalam proses produksi, semakin besar pula jumlah produk output yang dihasilkan. Wilson 2007 mengemukakan bahwa fungsi produksi menjelaskan hubungan antara faktor-faktor produksi dengan hasil produksi. Besarnya jumlah hasil produksi yang dihasilkan tergantung dari penggunaan input-input tersebut. Jumlah hasil produksi dapat ditingkatkan dengan cara meningkatkan penggunaan jumlah input atau sumber daya. Untuk memperoleh hasil yang efisien, produsen dapat melakukan pilihan penggunaan input yang lebih efisien. 14 Dari pengertian diatas, hasil produksi adalah jumlah barang yang dihasilkan oleh pengolahan faktor-faktor produksi dalam suatu unit usaha. Hasil produksi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah jumlah kain tenun yang dihasilkan oleh pengrajin dalam sekali proses produksi dalam waktu satu bulan diukur dengan meter dan dikalikan dengan harga jual kain per meter rupiah. Kain tenun yang dihasilkan berupa kain tenun enceng gondok dan kain akar wangi. Cara Memproduksi Produk Kegiatan Ekonomi Produksi Kegiatan ekonomi adalah setiap kegiatan yang dilakukan oleh manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup. Kegiatan ekonomi itu terdiri dari 3 kegiatan utama yaitu kegiatan produksi, kegiatan distribusi dan kegiatan konsumsi. Dengan mempelajari ketiga kegiatan tersebut Anda akan dapat mengetahui pola prilaku konsumen dan produsen. Pola prilaku ini berhubungan dengan cara seseorang memilih suatu barang atau jasa yang diyakini akan memberikan kepuasan terhadap dirinya. Untuk lebih jelasnya kita bahas satu-persatu. Karena pembahasan kali ini cukup panjang maka kami akan membaginya menjadi 3 pembahasan 3 laman yakni 1 Kegiatan Produksi dalam laman ini 2 Kegiatan Distribusi 3 Kegiatan Konsumsi Langsung saja kita bahas yang pertama, simak baik-baik penjelasannya. Pengertian Kegiatan Ekonomi Produksi Dalam pengertian sederhana, produksi berarti kegiatan menghasilkan barang/jasa. Produksi adalah kegiatan menciptakan atau bisa juga menambah nilai guna suatu barang/jasa. Sedangkan pelaku kegiatan produksi disebut sebagai produsen. Secara sempit produksi dapat diartikan sebagai kegiatan manusia untuk membuat suatu barang atau mengubah suatu barang menjadi barang yang lain. Sedangkan secara luas, produksi dapat diartikan sebagai segala kegiatan manusia baik yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung yang ditujukan sebagai upaya menambah atau mempertinggi nilai guna suatu barang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Produksi meliputi semua kegiatan yang tidak hanya sebatas membuat barang-barang saja, tetapi dapat juga termasuk pemembuatan atau penciptaan dalam bentuk pelayanan atau jasa, seperti contohnya jasa keuangan, jasa kesehatan, acara hiburan, dan sebagainya. Kegiatan produksi merupakan suatu sistem, yang artinya dalam produksi terdapat hubungan yang saling memberikan pengaruh antara faktor produksi yang satu dengan faktor produksi yang lainnya. Dan disamping itu, kegiatan produksi juga merupakan suatu proses yang berarti bahwa produksi dilakukan melalui tahap demi tahap secara berurutan. Dalam kegiatan produksi terdapat proses tertentu yang harus dijalani sehingga dapat menghasilkan barang yang berguna. Secara sederhana proses tersebut bisa digambarkan sebagai berikut Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa proses produksi memiliki tiga tahap, yaitu a Adanya input masukan berupa bahan baku. b Lalu melalui proses transformasi/penggabungan, dalam proses transformasi semua bahan baku diproses, diolah dan digabungkan sehingga membentuk suatu produk barang atau jasa. c Dan yang terakhir adalah output keluaran, yaitu hasil dari proses produksi. Tujuan Kegiatan Produksi Masyarakat yang berkembang dapat diukur dari tingkat kemakmuran yang tercermin dari banyaknya produksi barang atau jasa yang ada di masyarakat, semakin banyak jumlahnya maka semakin makmur masyarakatnya. Kegiatan produksi dilatar belakangi beberapa tujuan, yakni 1 Menghasilkan Barang atau Jasa Tujuan utama kegiatan produksi adalah untuk menghasilkan barang atau jasa yang bermanfaat dan dapat memenuhi kebutuhan hidup banyak orang. 2 Meningkatkan Nilai Guna Barang atau Jasa Nilai guna ini adalah banyaknya manfaat yang bisa diambil dari suatu barang atau jasa. dengan produksi barang atau jasa yang tadinya tidak memiliki nilai guna setelah melalui proses produksi akan memiliki nilai guna yang lebih besar dari pada sebelumnya. 3 Meningkatkan Kemakmuran Masyarakat Hal ini jelas, dengan proses produksi barang-barang maupun jasa akan tercipta dan akan mampu memenuhi kehidupan masyarakat sehingga tingkat kemakmuran masyarakat juga akan meningkat. Selain itu masyarakat juga akan mendapatkan keuntungan dari barang atau jasa yang diahasilkan entah itu berupa barang, profit, atau fasilitas. 4 Meningkatkan Keuntungan Salah satu alasan produsen memproduksi suatu barang adalah untuk mendapatkan keuntungan. Dengan memproduksi barang dan jasa yang dilakukan secara baik, produsen dapat mendapatkan atau meningkatkan keuntungan. 5 Memperluas Lapangan Usaha Apabila suatu perusahaan sudah memiliki skala produksi yang besar dan diminati pasar maka dapat dipastikan perusahaan tersebut akan semakin besar sehingga dapat memperluas lapangan usaha. 6 Menjaga Kesinambungan Usaha Perusahaan Dengan terus memproduksi, perusahaan akan dapat menjaga kesinambungan usahanya sehingga perusahaan dapat terus berjalan dalam memperoleh faktor-faktor produksi, memproduksi barang atau jasa serta menjualnya ke pasar dan yang lebih penting lagi adalah memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Faktor-Faktor Produksi Dalam melakukan kegiatan produksi tentunya diperlukan bahan-bahan untuk menopang proses produksi, bahan-bahan tersebut dinamakan faktor produksi. Faktor produksi adalah semua unsur yang menopang usaha penciptaan nilai atau usaha mempertinggi nilai guna suatu barang atau jasa. Dalam ilmu ekonomi faktor produksi tersebut terdiri dari empat faktor, yaitu 1 Sumber Daya Alam Natural Resources Faktor produksi sumber daya alam adalah segala sesuatu yang berasal dari alam sebagai anugrah serta amanat Tuhan yang maha esa, dengan kata lain adalah segala sumber yang bukan berasal dari kegiatan manusia. Faktor produksi sumber daya alam ini terdiri dari tanah, air, energi, tumbuhan, binatang dan segala sumber lain yang berasal dari alam. 2 Sumber Daya Manusia/Tenaga Kerja Labor Yang dimaksud sumber daya manusia disini adalah semua kemampuan manusia baik dalam segi jasmani maupun rohani yang dapat digunakan untuk melakukan proses produksi barang maupun jasa. Kualitas sumber daya manusia ditentukan olah kesehatan, kekuatan fisik, pendidikan dan kecakapannya. Tenaga kerja menurut kualitasnya dibedakan menjadi tiga, yakni a Tenaga kerja terdidik skilled labour, yaitu tenaga kerja yang memperoleh pendidikan. Contohnya dokter, guru, pilot dan sebagainya. b Tenaga kerja terlatih trained labour, yaitu tenaga kerja yang mendapatkan keahlian dari pengalaman serta latihan. Contohnya supir, montir dan sebagainya. c Tenaga kerja tidak terdidik serta tidak terlatih unskilled and untrained labour, adalah tenaga kerja yang tidak memiliki pendidikan tinggi dan tidak memiliki keahlian khusus. Contohnya pesuruh, buruh kasar dan sebagainya. 3 Modal Capital Kita sering sekali menganggap modal itu adalah uang, namun dalam ilmu ekonomi modal itu tidak sebatas pada uang saja, akan tetapi modal terdiri dari barang-barang modal real capital goods yang mencakup semua jenis barang yang dibuat untuk menunjang kegiatan produksi barang lain termasuk jasa, gedung, mesin dan faktor produksi lain. Modal dapat dibedakan menjadi beberapa bagian, yaitu a Modal Menurut Jenisnya 1 Modal barang capital goods, yaitu modal berupa barang yang digunakan dalam kegiatan produksi. Contoh mesin pabrik, gedung dsb. 2 Modal uang money capital, yaitu modal berupa uang yang digunakan untuk membeli faktor-faktor produksi lain. Contohnya uang tunai perusahaan maupun bank. 3 Modal properti property capital, yaitu modal dalam bentuk bukti kepemilikan seperti saham, obligasi dan sebagainya. b Modal Menurut Bentuknya 1 Modal nyata, adalah modal berupa barang yang dapat dilihat dan digunakan dalam proses produksi. Contohnya peralatan, mesin, gedung dsb. 2 Modal abstrak, yaitu modal yang tidak dapat dilihat tetapi dapat dirasakan dalam kelancaran proses produksi. Conohnya keahlian, kekuasaan, nama baik, merk dagang dan pengetahuan. c Modal Menurut Sifatnya 1 Modal tetap fixed capital, yaitu modal berupa barang yang tahan lama yang dapat digunakan dalam beberapa kali proses produksi. Contohnya gedung, mesin pabrik dsb. 2 Modal lancar variable capital yaitu modal berupa barang atau alat yang habis dipakai dalam satu kali proses produksi. Contohnya bahan bakar, bahan mentah, dsb. d Modal Menurut Fungsinya 1 Modal perseorangan prive capital, adalah modal yang berasal dari perseorangan dan dapat memberikan keuntungan bagi pemiliknya. 2 Modal masyarakat sosial capital, yaitu modal berupa barang atau alat yang digunakan dan bermanfaat bagi masyarakat misalnya berang yang diguanakan untuk kepentingan umum. Contohnya terminal, sekolah, jembatan dsb. e Modal Menurut Risikonya 1 Modal sendiri, yaitu modal yang berasal dari pemilik perusahaan baik sendiri maupun bersama yang apabila terjadi kerugian semuanya ditanggung oleh pemilik modal. 2 Modal asing, yaitu modal yang berasal dari pihak lain yang diperoleh dari meminjam baik melalui bank atau pihak lain yang apabila terjadi kerugian perusahaan harus menanggung pengembalian modal yang dipinjam. 4 Skill Kewirausahaan Entrepreneurship Seorang pengusaha entrepreneur adalah orang yang memiliki kemampuan mengelola, menyatukan faktor-faktor produksi dan mengendalikan perusahaan secara baik dengan menghasilkan produk dan mendapatkan keuntungan dengan berani menanggung risiko. Faktor produksi ini mempunyai peran yang sangat penting dalam proses produksi karena jika faktor produksi lain sudah ada tetapi faktor produksi kewirausahaan tidak ada maka proses produksi tidak akan berjalan dengan baik. Seorang pengusaha harus mempunyai skill, tidak akan cukup jika hanya mempunyai bakat dan kemauan saja, perlu yang lebih dari itu. Keahlian yang harus dimiliki oleh seorang pengausaha adalah sebagai berikut a Managerial skill, yaitu kemampuan dalam mengatur semua faktor produksi agar mencapai tujuan perusahaan. b Tecnical skill, yaitu keahlian yang bersifat teknis dalam melaksanakan proses produksi sehingga berjalan dengan baik. c Organizational skill, yaitu keahlian memimpin berbagai usaha, tidak hanya internal perusahaan yang bersifat bisnis, tetapi juga organisasi dalam bentuk lain. Seorang pengausaha harus memiliki kemampuan, ilmu pengetahuan dan teknologi, permodalan, keterampilan dalam memilih kombinasi faktor produksi serta berani melakukan gebrakan baru untuk menciptakan produk yang belum ada. Entrepreneurship adalah faktor produksi yang tidak dapat diliahat tetapi hanya dapat dirasakan dan diketahui melalui karya dan produk yang dihasilkannya. Pola Perilaku Produsen Produsen merupakan salah satu pelaku penting dalam kegiatan ekonomi, tugasnya adalah memproduksi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dalam hal ini pola prilaku produsen berhubungan erat dengan tiga hal penting, yaitu menentukan berapa dan dalam kombinasi bagaimana faktor-faktor produksi akan digunakan, menentukan barang atau jasa yang akan diproduksi, dan menentukan berapa harga jual barang atau jasa yang diproduksi. 1 Fungsi Produksi Dalam melakukan kegiatan produksi diperlukan sejumlah faktor produksi input yang dipakai dalam proses produksi untuk dapat menghasilkan sejumlah barang atau jasa output. Sejumlah output ini bergantung pada faktor produksi input yang digunakan dalam proses produksi tersebut. Hubungan antara jumlah input yang digunakan dan jumlah output yang dapat dihasilkan tersebutlah yang dinamakan dengan fungsi produksi production function. Jadi, fungsi produksi adalah hubungan antara jumlah barang/jasa output maksimum yang dapat diproduksi dengan faktor produksi input yang diperlukan untuk menghasilkan barang/jasa output tersebut dengan tingkat teknologi tertentu. Fungsi produksi jika dilihat secara matematis, dapat dirumuskan sebagai berikut Q = jumlah produk output yang dihasilkan f = Fungsi, menunjukkan hubungan fungsional antara jumlah output dan jumlah input K, L, R, T K = Kapital capital atau barang modal L = Labor tenaga kerja R = Resource kekayaan alam T = Technology teknologi yang digunakan Rumus tersebut menunjukkan jumlah produk output yang dihasilkan terkait pada jumlah modal capital, jumlah tenaga kerja labor, jumlah kekayaan alam resource, serta tingkat teknologi yang digunakan. Umumnya, proses produksi membutuhkan berbagai jenis faktor produksi. Tetapi, dalam memudahkan analisis perlu adanya penyederhanaan terhadap faktor produksi yang jumlah serta kualitasnya sangat banyak. Oleh karena itu, penyederhanaan fungsi produksi hanya bergantung pada dua faktor produksi input saja. Faktor produksi tersebut adalah modal capital dan tenaga kerja labor. Fungsi produksinya secara matematis dapat dirumuskan sebagai berikut Q = Jumlah output yang dihasilkan f = Menunjukkan hubungan fungsional antara jumlah output yang dihasilkan dan input K dan L K = Kapital atau barang modal L = Labor atau tenaga kerja Pada fungsi produksi tersebut, barang modal dianggap sebagai faktor produksi tetap, sementara tenaga kerja dianggap sebafai faktor produksi variabel. 2 Biaya Produksi Biaya produksi merupakan sebagian dari keseluruhan faktor produksi yang harus dikorbankan dalam proses produksi untuk menghasilkan suatu produk. Dalam kegiatan produksi perusahaan, biaya produksi seringkali dihitung berdasarkan jumlah produk yang siap untuk dijual. Biaya produksi juga sering disebut sebagai ongkos produksi. Secara umum biaya produksi dapat diartikan sebagai keseluruhan biaya yang dikorbankan dalam rangka menghasilkan produk dari mulai tahap pertama sampai produk tersebut sampai di pasar, atau sampai ke tangan konsumen. a Komponen Biaya Produksi Adapun komponen yang menyusun biaya produksi meliputi beberapa unsur, yakni 1 Bahan baku produksi termasuk bahan setengah jadi. 2 Bahan pembantu atau bahan penolong. 3 Upah atau gaji tenaga kerja. 4 Penyusutan peralatan produksi. 5 Bunga modal jika ada. 6 Sewa gedung atau peralatan yang lain. 7 Biaya pemasaran, seperti biaya penelitian atau analisis pasar produk, biaya pengiriman, dan biaya iklan. 8 Pajak perusahaan. b Jenis-Jenis Biaya Produksi Terdapat beberapa jenis biaya produksi yang dapat dikelompokkan menjadi beberapa, yakni sebagai berikut 1 Biaya tetap/fixed cost FC, adalah biaya yang jumlahnya tetap dalam periode waktu tertentu dan tidak bergantung pada jumlah atau banyaknya produk yang dihasilkan. Contohnya, penyusutan kendaraan, penyusutan peralatan, penyusutan gedung, pajak perusahaan, sewa gedung dan sebagainya. 2 Biaya variabel/variable cost VC, adalah biaya yang timbul dari banyaknya produk yang dihasilkan dan jumlah biayanya selalu berubah-ubah sesuai dengan jumlah produk yang berhasil dibuat. Dalam hal ini, semakin banyak jumlah produk yang dihasilkan, maka semakin besar pula jumlah biaya variabelnya. Misalnya, biaya bahan baku atau upah tenaga kerja yang dibayar berdasarkan banyaknya produk yang dihasilkan. 3 Biaya total/total cost TC adalah jumlah keseluruhan biaya tetap dan biaya variabel yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk menghasilkan produk dalam satu periode tertentu. Biaya total dapat dirumuskan sebagai berikut TC = biaya total total cost FC = biaya tetap fixed cost VC = biaya variabel variable cost Persamaan tersebut jika digambarkan dalam bentuk kurva maka akan tampak seperti berikut 4 Biaya rata-rata/average cost AC adalah besarnya biaya produksi per unit pada setiap produk yang dihasilkan. Besarnya average cost AC dapat dihitung dengan cara membagi total cost TC dengan kuantitas barang/jasa Q. Jadi, average cost AC dapat dirumuskan sebagai berikut AC = biaya rata-rata average cost TC = biaya total total cost Q = kuantitas barang dan jasa 5 Biaya marjinal/marginal cost MC adalah biaya tambahan yang diperlukan untuk menambah satu unit produk. Adanya MC ini biasanya karena adanya perluasan produksi yang dilakukan oleh perusahaan dalam rangka menambah jumlah produk yang dihasilkannya. Marginal cost MC dapat dihitung dengan cara membagi ΔTC dengan ΔQ. Jika dirumuskan maka akan tampak sebagai berikut MC = biaya marjinal marginal cost TC = perubahan biaya total total cost Q = perubahan kuantitas barang dan jasa Persamaan AC dan MC dapat dilihat dalam kurva berikut Hukum Pertambahan Hasil yang Semakin Berkurang The Law of Diminishing Returns Dalam kaitannya dengan fungsi produksi, terdapat tiga konsep produksi yang perlu diperhatikan, antara lain yaitu 1 Produksi Total atau Total Product TP, adalah jumlah keseluruhan output yang diproduksi dalam kurun waktu tertentu. Jika satu faktor produksi dijaga secara konstan, maka produk total akan berubah menurut jumlah faktor produksi variabel yang dipakai. 2 Produk Rata-Rata atau Average Product AP, adalah produk total jumlah produk yang dibagi dengan jumlah unit faktor produksi variabel yang dipakai. Jika tenaga kerja/labor L merupakan unit faktor produksi variabel, maka dalam persamaan matematis produk rata-ratanya dapat dirumuskan sebagai berikut 3 Produk Marjinal atau Marginal Product MP, merupakan sebuah penambahan dalam produk total yang terjadi karena penambahan penggunaan satu unit faktor produksi variabel. MP = Marginal Product produk marginal P = Product L = Labour tenaga kerja/unit faktor produksi Tanda = delta atau perubahan. Misalnya, penambahan tenaga kerja yang tadinya 2 orang menjadi 4 orang, berarti L = 4-2 = 2, penambahan tenaga kerja telah menyebabkan bertambahan produk total dari yang tadinya 40 menjadi 60 produk TP = 60 - 40 = 20. Jadi, MP=20/2=10. Jika input faktor produksi terus ditambah, maka tambahan produk total akan semakin berkurang. Pada satu titik tertentu, nantinya hasil produksi akan mencapai tingkat maksimum lalu kemudian akan menurun. Setiap penambahan input tenaga kerja akan semakin mengurangi output. Kondisi tersebutlah yang diamakan Hukum Pertambahan Hasil yang Semakin Berkurang The Law of Diminishing Returns. The law of diminishing returns Hukum pertambahan hasil yang semakin berkurang menyatakan bahwa setiap pertambahan unit faktor produksi variabel mula-mula akan memberikan penambahan hasil yang semakin meningkat, tetapi setelah mencapai titik tertentu bisa jadi titik maksimal, pertambahan faktor produksi variabel tersebut tidak akan lagi memberikan tambahan hasil yang sesuai dengan asumsi semua faktor produksi input lainnya. Contahnya, dalam produksi suatu perusahaan, tabel berikut menunjukkan perubahan output karena tambahan input variable tenaga kerja Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa pertambahan total produksi terus terjadi seiring dengan tambahan tenaga kerja. Akan tetapi, jumlah pertumbuhan total produksi semakin sedikit. Perhatikan pada saat jumlah tenaga kerja 1 total produksi yang dihasilkan adalah 8, jika tenaga kerja menjadi 2 orang maka total produksi meningkat menjadi 18 ini berarti terdapat tambahan produksi marginal sebanyak 10, hal inilah yang disebut sebagai produksi marginal tenaga kerja, yaitu tambahan produksi akibat penambahan satu tenaga kerja. Dari tabel tersebut dapat diketahui sifat produksi marginal, yaitu mula-mula meningkat sejalan dengan meningkatnya total produksi dan mencapai puncaknya saat produksi total mencapai titik maksimum, setelah itu produksi marginal akan terus menurun bahkan sampai mencapai angka negatif. Perhatikan kurva berikut Perhatikan kurva diatas, kita dapat menyimpulkan tahapan proses produksi. Perhatikan garis MP Margin Product, pada tahap pertama terjadi peningkatan jumlah produksi stage of increasing returns yang dimulai dari tenaga kerja 1 sampai 4, tahap kedua terjadi penurunan hasil produksi stage of diminishing returns yang dimulai dari tenaga kerja 5 sampai 8, dan tahap ketiga adalah tahap produksi negatif stage of negative returns yang dimulai dari tenaga kerja 9. Dari tabel dan kurva tersebut kita dapat mengetahui besarnya rata-rata produksi AP tenaga kerja, perhatikan tabel berikut Tabel diatas menjelaskan jumlah produksi rata-rata dari tenaga kerja dengan menganggap tenaga kerja sebagai faktor produksi variabel. Kita dapat mengetahui bahwa jika tenaga kerja ditambah terus-menerus, maka akan terjadi hukum tambahan hasil lebih yang makain berkurang pada tenaga kerja hukum hasil lebih yang makin berkurang pada tenaga kerja berlaku saat tenaga kerja ditambah terus-menerus.

bergantung pada hasil produksi pihak lain